blabla

TENTANG OSIS

Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) :

 

1. Pengertian OSIS

Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) adalah suatu organisasi yang berada di tingkat sekolah di Indonesia yang dimulai dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). OSIS diurus dan dikelola oleh murid-murid yang terpilih untuk menjadi pengurus OSIS. Biasanya organisasi ini memiliki seorang pembimbing dari guru yang dipilih oleh pihak sekolah. Anggota OSIS adalah seluruh siswa yang berada pada satu sekolah tempat OSIS itu berada.

Dalam upaya mengenal, memahami dan mengelola OSIS perlu kejelasan mengenai Pengertian, Tujuan, Fungsi, dan Struktur OSIS. Dengan mengetahui pengertian, tujuan,fungsi, dan struktur yang jelas, maka akan membantu Pembina peengurus dan perwakilan kelas untuk mendayagunakan OSIS ini sesuai dengan fungsi dan tujuannya.

Pengertian OSIS , meliputi :

a. Secara Semantis

Di dalam Surat Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 226/C/Kep/0/1992 disebutkan bahwa organisasi kesiswaan di sekolah adalah OSIS. OSIS adalah Organisasi Intra Sekolah yang masing-masing kata mempunyai pengertian, sebagai berikut :

1) Organisasi
Secara umum adalah kelompok kerja sama Antara pribadi yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama. Organisasi dalam hal ini dimaksudkan sebagai satuan atau kelompok kerjasama para siswa yang dibentuk dalam usaha mencapai tujuan bersama, yaitu mendukung terwujudnya pembinaan kesiswaan.

2) Siswa
Siswa adalah orang yang datang ke suatu lembaga untuk memperoleh atau mempelajari beberapa tipe pendidikan.

3) Intra
Berarti terletak di dalam dan di Antara. Sehingga suatu organisasi siswa yang ada didalam dan di lingkungan sekolah yang bersangkutan.

4) Sekolah
Sekolah adalah satuan pendidikan tempat menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar yang dalam hal ini Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah atau Sekolah yang sederajat.

b. Secara Organis

OSIS adalah satu-satunya wadah organisasi siswa yang sah di sekolah. Oleh karena itu, setiap sekolah wajib membentuk Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) yang tidak mempunyai hubungan organisatoris dengan OSIS di sekolah lain dan tidak menjadi bagian dari organisasi lain yang ada di luar sekolah.

c. Secara Fungsional

Dalam rangka pelaksanaan kebijakan pendidikan, khususnya di bidang pembinaan kesiswaan, arti yang terkandung lebih jauh dalam pengertian OSIS adalah sebagai salah satu dari empat jalur pembinaan kesiswaan, di samping ketiga jalur yang lain yaitu latihan kepemimpinan, ekstrakurikuler, dan wawasan wiyatamandala.

d. Secara Sistemik

Apabila OSIS dipandang sebagai suatu sistem, berarti OSIS sebagai tempat kehidupan berkelompok siswa yang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Dalam hal ini OSIS dipandang sebagai suatu sistem, dimana sekumpulan para siswa mengadakan koordinasi dalam upaya menciptakan organisasi yang mampu mencapai tujuan. Oleh karena itu, OSIS dipandang sebagai suatu sistem ditandai beberapa ciri pokok, yaitu:

1) Berorientasi pada tujuan
2) Memiliki susunan kehidupan berkelompok
3) Memiliki sejumlah peranan
4) Terkoordinasi
5) Berkelanjutan dalam waktu tertentu

 

2. Latar Belakang Berdirinya OSIS

Sebelum lahirnya OSIS, di sekolahsekolah tingkat SLTP dan SLTA terdapat organisasi yang bebagai macam corak bentuknya. Ada organisasi siswa yang hanya dibentuk bersifat intern sekolah itu sendiri, dan ada pula organisasi siswa yang dibentuk oleh organisasi siswa di luar sekolah.

Organisasi siswa yang dibentuk dan mempunyai hubungan dengan organisasi siswa dari luar sekolah, sebagian ada yang mengarah pada hal-hal bersifat politis, sehingga kegiatan organisasi siswa tersebut dikendalikan dari luar sekolah sebagai tempat diselenggarakannya proses belajar mengajar.

 

Akibat dari keadaan yang demikian itu, maka timbullah loyalitas ganda, disatu pihak harus melaksanakan peraturan yangdibuat Kepala Sekolah, sedang dipihak lain harus tunduk kepada organisasi siswa yang dikendalikan di luar sekolah.

Dapat dibayangkan berapa banyak macam organisasi siswa yang tumbuh dan berkembang pada saat itu, dan bukan tidak mungkin organisasi siswa tersebut dapat dimanfaatkan untu kepentingan organisasi di luar sekolah.

Itu sebabnya pada tahun 1970 sampai dengan tahun 1972, beberapa pimpinan organisasi siswa yang sadar akan maksud dan tujuan belajar di sekolah, ingin menghindari bahaya perpecahan di antara para siswa intra sekolah di sekolah masing-masing, setelah mendapat arahan dari pimpinan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Pembinaan dan pengembangan generasi muda diarahkan untuk mempersiapkan kader penerus perjuangan bangsa dan pembangunan nasional dengan memberikan bekal keterampilan, kepemimpinan, kesegaran jasmani, daya kreasi, patriotisme, idealisme, kepribadian dan budi pekerti luhur. Oleh karena itu pembanguan wadah pembinaan generasi muda di lingkungan sekolah yang diterapkan melalui Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) perlu ditata secara terarah dan teratur.

Betapa besar perhatian dan usaha pemerintah dalam membina kehidupan para siswa, maka ditetapkan OSIS sebagai salah satu jalur pembinaan kesiswaan secara nasional. Jalur tersebut terkenal dengan nama “Empat Jalut Pembinaan Kesiswaan”, yaitu :

a. Organisasi Kesiswaan
b. Latihan Kepemimpinan
c. Kegiatan Ekstrakurikuler
d. Kegiatan wawasan Wiyatamandala

Dengan dilandasi latar belakang sejarah lahirnya OSIS dan berbagai situasi, OSIS dibentuk dengan tujuan pokok : Menghimpun ide, pemikiran, bakat, kreativitas, serta minat para siswa ke dalam salah satu wadah yang bebas dari berbagai macam pengaruh negative dari luar sekolah.

Mendorong sikap, jiwa dan semangat kasatuan dan persatuan di antara para siswa, sehingga timbul satu kebanggaan untuk mendukung peran sekolah sebagai tempat terselenggaranya proses belajar mengajar. Sebagai tempat dan sarana untk berkomunikasi, menyampaikan pemikiran, dan gagasan dalam usaha untuk mematangkan kemampuan berfikir, wawasan, dan pengambilan keputusan.

Landasan Hukum Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) :
a. Pancasila
b. UUD 1945
c. UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
d. Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
e. Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan
f. Permendiknas Nomor 39 tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan
g. Buku Panduan OSIS terbitan Kemdiknas tahun 2011

Oleh karena itu pembangunan wadah pembinaan generasi muda di lingkungan sekolah yang diterapkan melalui Organisasi Siswa Intra Sekolah perlu ditata secara terarah dan teratur.

3. Tujuan OSIS

Setiap organisasi selalu memiliki tujuan yang ingin dapat dicapai, begitu pula dengan OSIS ada beberapa tujuan yang hendak dicapai. Struktur-dan-tugas-pengurus-osis, antara lain:

  • Meningkatkan generasi penerus yang beriman dan bertaqwa
  • Memahami, menghargai lingkungan hidup dan nilai-nilai moral dalam mengambil keputusan yang tepat
  • Membangun landasan kepribadian yang kuat dan menghargai HAM dalam kontek kemajuan budaya bangsa
  • Membangun, mengembangkan wawasan kebangsaan dan rasa cinta tanah air dalam era globalisasi
  • Memperdalam sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan kerja sama secara mandiri, berpikir logis dan demokratis
  • Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta menghargai karya artistik, budaya dan intelektual
  • Meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani .

Oleh karena itu dengan adanya tujuan OSIS tersebut diharapakan akan munculnya bibi-bibit generasi muda yang unggul dalam nilai keagamaan yang diserati sikap jujur, displin,dan tanggung jawab sehingga dapat memunculkan jiwa kepemimpinan.

4. Fungsi OSIS

Salah satu ciri pokok suatu organisasi adalah memiliki berbagai macam fungsi , demikian dengan OSIS sebagai suatu organisasi memiliki beberapa fungsi dalam mencapai tujuan. berdasarkan Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah (2008) sebagai pedoman Pembinaan Organisasi Siswa Intra Sekolah dan dijelaskan bahwa Osis memiliki 3 fungsi yaitu :

a. Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) sebagai Wadah

 

Organisasi Siswa Intra Sekolah merupakan satu-satunya wadah kegiatan para siswa di sekolah bersama dengan jalur pembinaan yang lain untuk mendukung tercapainya pembinaan kesiswaan. OSIS sebagai wadah organisasi artinya tempat dimana para siswa melakukan kegiatan bersama, bertukar ilmu, bertukar pikiran , mengeluarkan pendapat untuk mencapai tujuan dan citacita bersama.

b. Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) sebagai Penggerak / Motivator

OSIS sebagai motivator artinya mempengaruhi semangat para siswa untuk berbuat dan melakukan kegiatan bersama-sama dalam mencapai tujuan. Motivasi adalah suatu perangsang dan dorongan bagi seseorang agar dapat melakukan sesuatu yang lebih baik dan produktif. Sedangkan motivator adalah yang melakukan suatu dorongan tersebut.

c. Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) sebagai Pembinaan Siswa

OSIS sebagai pembinaan kesiswaan merupakan jalur pembinaan yang berusaha memberi bekal pengetahuan dan pengalaman kepada siswa untuk memimpin dirinya, orang lain, dan lingkungannya dalam mengikuti kegiatan sekolah dan kehidupan sosial sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan untuk mencapai keberhasilan pendidikan siswa di sekolah.

 

5. Tugas dan Struktur Organisasi OSIS

Organisasi ini bersifat intra sekolah dan menjadi satu-satunya wadah yang menampung dan menyalurkan kreativitas baik melalui kegiatan ekstrakulikuler yang menunjang kurikulum tidak menjadi bagian organisasi di luar sekolah.

Pada dasarnya setiap OSIS di satu sekolah memiliki struktur organisasi berbeda Antara satu dengan yang lainnya, namun biasanya struktur keorganisasian dalam OSIS meliputi :

a. Ketua Pembina (Kepala Sekolah)
b. Wakil Ketua Pembina (Wakasek Kesiswaan)
c. Pembina (biasanya guru yang ditunjuk oleh Sekolah)
d. Ketua Umum
e. Wakil Ketua
f. Sekretaris;
g. Wakil Sekretaris;
h. Bendahara;
i. Wakil Bendahara;
j. Sekretaris Bidang, yang meliputi 10 (sepuluh) bidang.

Dan biasanya dalam struktur kepengurusan OSIS memiliki pengurus yang bertugas khusus mengkoordinasi masing-masing kegiatan yang ada disekolah. Adapun rincian tugas para pengurus OSIS struktur-dantugas-pengurus-osis sebagai berikut:

a. Ketua:

JESICA KARYN KRISTIE SIHOMBING
1) Memimpin organisasi dengan baik dan bijaksana
2) Mengkoordinasikan semua aparat kepengurusan
3) Menetapkan kebijaksanaan yang telah dipersiapkan dan direncanakan oleh aparat kepengurusan
4) Memimpin rapat
5) Menetapkan kebijaksanaan dan mengambil keputusan berdasarkan musyawarah dan mufakat
6) Setiap saat mengevaluasi kegiatan aparat kepengurusan

b. Wakil Ketua

SURYA DINARTA HALIM
1) Bersama-sama ketua menetapkan kebijaksanaan
2) Memberikan saran kepada ketua dalam rangka mengambil keputusan
3) Menggantikan ketua jika berhalangan
4) Membantu ketua dalam melaksanakan tugasnya
5) Bertanggung jawab kepada ketua
6) Wakil ketua bersama dengan wakil sekretaris mengkoordinasikan seksi-seksi.

c. Sekretaris

NASYWA RIZQI ANANDA
1) Memberikan saran kepada ketua dalam rangka mengambil keputusan
2) Mendampingi ketua dalam memimpin setiap rapat
3) Menyiarkan, mendistribusikan dan menyimpan surat serta arsip yang               berhubungan dengan pelaksanaan kegiatan
4) Menyiapkan laporan, surat, hasil rapat dan evaluasi kegiatan
5) Bersama ketua menandatangani setiap surat
6) Bertanggung jawab atas tertib administrasi organisasi
7) Bertindak sebagai notulis dalam rapat, atau diserahkan kepada wakil sekretaris

d. Wakil Sekretaris

KINANTY KUSUMA
1) Aktif membantu pelaksanaan tugas sekretaris
2) Menggantikan sekretaris jika sekretaris berhalangan
3) Wakil sekretaris membantu wakil ketua mengkoordinir seksi seksi

e. Bendahara dan Wakil Bendahara

AISHA NISA WARDHANA PUTRI, SEKAR ARUM PRACOYO
1) Bertanggung jawab dan mengetahui segala pemasukan pengeluaran uang/biaya yang diperlukan
2) Membuat tanda bukti kwitansi setiap pemasukan pengeluaran uang untu pertanggung jawaban
3) Bertanggung jawab atas inventaris dan perbendaharaan
4) Menyampaikan laporan keuangan secara berkala

f. Ketua Seksi dan Wakil Seksi

ADELPI MANZIZ MALINTA, EZRA AUFAA MALEFA
1) Bertanggung jawab atas seluruh kegiatan seksi yang menjadi tanggung jawabnya
2) Melaksanakan kegiatan seksi yang diprogramkan
3) Memimpin rapat seksi
4) Menetapkan kebijaksanaan seksi dan mengambil keputusan berdasarkan musyawarah dan mufakat
5) Menyampaikan laporan, pertanggung jawaban pelaksanaan kegiatan seksi kepada Ketua melalui Koordinator

6. Program-Program OSIS

Dalam setiap seksi bidang yang terdiri dari 9 bidang tersebut memiliki program-program yang terstruktur. Adapun rincian program OSIS di setiap seksi struktur-dan-tugas-pengurus-osis sebagai berikut:

a. Seksi Pembinaan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, antara lain:

M. FACHRURROZI RIFAI N.R., NAZHAT AFZA ZAIN
1) Melaksanakan peribadatan sesuai dengan ketentuan agama masing-masing;
2) Memperingati hari-hari besar keagamaan;
3) Melaksanakan perbuatan amaliah sesuai dengan norma agama;
4) Membina toleransi kehidupan antar umat beragama;
5) Mengadakan kegiatan lomba yang bernuansa keagamaan;
6) Mengembangkan dan memberdayakan kegiatan keagamaan di sekolah

b. Seksi Pembinaan budi pekerti luhur atau akhlak mulia, antara lain:

DIMAS FAWWAZ PUTRA A., M. HIKMAL RAMADHAN

1) Melaksanakan tata tertib dan kultur sekolah;
2) Melaksanakan gotong royong dan kerja bakti (bakti sosial);
3) Melaksanakan norma-norma yang berlaku dan tatakrama pergaulan;
4) Menumbuhkembangkan kesadaran untuk rela berkorban terhadap sesama;
5) Menumbuhkembangkan sikap hormat dan menghargai warga sekolah;
6) Melaksanakan kegiatan 7K (Keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan, kekeluargaan, kedamaian dan kerindangan).

c. Seksi Pembinaan kepribadian unggul, wawasan kebangsaan, dan bela negara, demokrasi, dan HAM, politik dan sosial antara lain:

RIVA ARGA K., TOHRU TANAYA, M. SAMPURNO
1) Melaksanakan upacara bendera pada hari senin, serta hari-hari besar nasional;
2) Menyanyikan lagu-lagu nasional (Mars dan Hymne);
3) Melaksanakan kegiatan kepramukaan;
4) Mengunjungi dan mempelajari tempat-tempat bernilai sejarah;
5) Mempelajari dan meneruskan nilai-nilai luhur, kepeloporan, dan semangat perjuangan para pahlawan;
6) Melaksanakan kegiatan bela negara;
7) Menjaga dan menghormati simbol-simbol dan lambanglambang negara;
8) Melakukan pertukaran siswa antar daerah dan antar negara.

9) Memantapkan dan mengembangkan peran siswa di dalam OSIS sesuai dengan tugasnya masing-masing;
10) Melaksanakan latihan kepemimpinan siswa;
11) kegiatan dengan prinsip kejujuran, transparan, dan profesional;
12) Melaksanakan kewajiban dan hak diri dan orang lain dalam pergaulan masyarakat; 13) Melaksanakan kegiatan kelompok belajar, diskusi, debat dan pidato;
14) Melaksanakan kegiatan orientasi siswa baru yang bersifat akademik dan pengenalan lingkungan tanpa kekerasan;
15) Melaksanakan penghijauan dan perindangan lingkungan sekolah.

 

d. Seksi Pembinaan prestasi akademik, seni, dan/atau olahraga sesuai bakat dan minat, antara lain

M. AKHLIS FU’ADI, RAIHAN SYAFIQ D.
1) Mengadakan lomba mata pelajaran/program keahlian;
2) Menyelenggarakan kegiatan ilmiah;
3) Mengikuti kegiatan workshop, seminar, diskusi panel yang bernuansa ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek);
4) Mengadakan studi banding dan kunjungan (studi wisata) ke tempat-tempat sumber belajar;
5) Mendesain dan memproduksi media pembelajaran;
6) Mengadakan pameran karya inovatif dan hasil penelitian;
7) Mengoptimalkan pemanfaatan perpustakaan sekolah;
8) Membentuk klub sains, seni dan olahraga;
9) Menyelenggarakan festival dan lomba seni;
10) Menyelenggarakan lomba dan pertandingan olahraga.

f. Seksi Pembinaan kreativitas, keterampilan dan kewirausahaan, antara lain:

NANDA SEKAR KINASIH, WIFI AURELL SHAREN
1) Meningkatkan kreativitas dan keterampilan dalam menciptakan suatu barang menjadi lebih berguna;
2) Meningkatkan kreativitas dan keterampilan di bidang barang dan jasa;
3) Meningkatkan usaha koperasi siswa dan unit produkdsi;
4) Melaksanakan praktek kerja nyata (PKN)/pengalaman kerja lapangan (PKL)/praktek kerja industri (Prakerim);
5) Meningkatkan kemampuan keterampilan siswa melalui sertifikasi kompetensi siswa berkebutuhan khusus;

g. Seksi Pembinaan kualitas jasmani, kesehatan dan gizi berbasis sumber gizi yang terdiversifikasi antara lain:

FAJAR PERMANA PUTRA, RIFKY ADITYA HARIYANTO
1) Melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat;
2) Melaksanakan usaha kesehatan sekolah (UKS);
3) Melaksanakan pencegahan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (narkoba), minuman keras, merokok, dan HIV AIDS;
4) Meningkatkan kesehatan reproduksi remaja;
5) Melaksanakan hidup aktif;
6) Melakukan diversifikasi pangan;
7) Melaksanakan pengamanan jajan anak sekolah.

h. Seksi Pembinaan sastra dan budaya, antara lain:

EXELINO SETYO D., MOHAMMAD WILDAN A., RAFY ATTALA M.
1) Mengembangkan wawasan dan keterampilan siswa di bidang sastra;
2) Menyelenggarakan festival/lomba, sastra dan budaya;
3) Meningkatkan daya cipta sastra;
4) Meningkatkan apresiasi budaya.

i. Seksi Pembinaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), antara lain :

FAHRA KHALISA, ALGA VANIA S.
1) Memanfaatkan TIK untuk memfasilitasi kegiatan pembelajaran;
2) Menjadikan TIK sebagai wahana kreativitas dan inovasi;
3) Memanfaatkan TIK untuk meningkatkan integritas kebangsaan.

 

7. Dampak OSIS Bagi Siswa

Pengurus adalah seluk beluk yang berhubungan dengan tugas pengurus (KBBI), dengan pernyataan demikian, kita dapat menyimpulkan bahwa kepengurusan adalah pengurus yang berada didalam organisasi yang memelihara sebuah organisasi untuk lebih memajukan kinerja organisasi tersebut.

Dengan mengikuti kepengurusan OSIS, maka didalam diri siswa akan tertanam sikap untuk menjadi seorang pemimpin. Untuk menjadi seorang pemimpin tersebut yang pertama kali harus dilakukan oleh seorang siswa adalah mempunyai rasa tanggung jawab. Rasa tanggung jawab ini akan muncul apabila ada unsur paksaan. Unsur paksaan ini bersifat positif guna untuk menumbuhkan tanggung jawab didalam diri seorang siswa.

Kalau sudah tumbuh rasa tanggung jawab dalam diri siswa, maka siswa tersebut dapat dikatakan sebagai seorang pemimpin. Karena untuk menjadi seorang pemimpin selain mempunyai sekil dan kemampuan, seorang pimimpin juga harus mempunyai rasa tanggung jawab terhadap apa yang dipimpinnya.

Dampak yang ditimbulkan dari mengikuti kepengurusan OSIS

a. Dampak Positif
1) Menambah rasa percaya diri
2) Meningkatkan rasa kebersamaan
3) Memiliki banyak pengalaman
4) Cepat menemukan problem solving dalam menghadapi permasalahan
5) Memiliki jiwa sosial yang tinggi
6) Banyak dikenal oleh warga sekolah maupun luar sekolah

b. Dampak Negatif
1) Sulit membagi waktu antara belajar dan organisasi
2) Jarang mengikuti pelajaran di kelas
3) Prestasi belajar menurun

 

8. Hubungan Kepemimpinan Dengan OSIS

Hubungan antara kepemimpinan dan OSIS adalah apabila seseorang yang memilih OSIS sebagai organisasi di sekolahnya, maka dia akan lebih berani dalam menyampaikan pendapat. Selain itu apabila seseorang menjadi pengurus OSIS, dia akan lebih memiliki banyak pengalaman dalam hidupnya. Selain itu apabila seseorang dapat menjadi pengurus OSIS yang baik, maka dia akan menerima dampaknya. Dampak yang dirasakan adalah dampak yang baik pula, misalnya menambah percaya diri, lebih dikenal banyak orang, selain itu dia akan termotivasi menjadi pemimpin.

Dengan hal tersebut kemampuan kepemimpinannya akan lebih terasah apabila dia menjadi pengurus OSIS. Dapat kita lihat bahwa kepemimpinan itu dapat menambah percaya diri, keberanian seseorang dalam berpendapat, dan selain itu akan menambah motivasi seseorang untuk menjadi pemimpin yang lebih baik. Hal ini merupakan dampak positif dari OSIS. Sehingga OSIS akan menambah kemampuan seseorang dalam memimpin.

9. Arti Lambang OSIS  Makna / Arti Dari Lambang OSIS

  1. Bunga Bintang sudut lima dan lima kelopak bunga : Generasi muda siswa adalh bunga harapan bangsa, bunga berwarna putih menunjukan kemurnian jiwa siswa yang beribtikan Pancasila, di lukiskan dalam bentuk bintang sudut lima.Para siswa berdaya upaya melalui lima jalan dengan kesungguhan hati , agar menjadi waga negara yang baik dan berguna. Kelima jalan tersebut dilukiskan dalam bentuk lima kelopak daun bunga , yaitu abdi, adab, ajar, aktif dan amal. Mengenai aktif , ajar dan amal , yaitu kewajiban utama siswa dengan landasan (abdi terhadap Tuhan Yang Maha Esa ,loyalitas terhadap bangsa dan negara) dan adab (terhadap orang tua, gur dan pimpinan) dijelaskan lebih lanjut dengan gambar
  2. Buku Terbuka : Kewajiban utama siswa yang pertama, adalah “Belajar Keras” menuntut ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan usaha penalaran di dunia pengetahuan akan dimiliki dan sumbangsih siswa terhadap pembangunan bangsa dan negara akan lebih meningkat.
  3. Kunci Pas : Kewajiban utama siswa yang kedua, adlah “bekerja keras”. Kemauan bekerja keras dab kesenangan bekerja akan menumbuhkan rasa percaya pada kemampuan diri dan bebasdari ketergantungan pada kedermawanan/belas kasihan orang lain . Keterampilan praktis yang segera dapat dirasakan manfaatnya bagi bekal hidup siswa,  bila dimiliki , menyebabkan siswa berani mandiri. Kunci Pas adalah alat kerja yangdapat membuka semuapermasalahan dan kunci pemecahan dari segala kesulitan .
  4. Dua tangan Tertbuka : Kewajiban utma siswa yang ketiga, adalah “berbakti” Kesediaan menolong orang lain yang lemah dan kurang; sesama siswa dan masyarakat memerlukan pertolongan dan bantuan, bila dilakasanakan secara spontan (peka dan tanggap) menunnjukan adanya sikap mental siswa yang baik dan bertanggung jawab.
  5. Biduk : Wadah usaha pembinaan adalh OSIS,yang di gambarkan dengan bentuk sebuah biduk/perahu, yang melaju di lautan hidup menuju masa depan yang lebih baik, yaiutu tujuan nasional yang di cita-citakan.
  6. Pelangi Merah Putih : Tujuan nasional yang di cita-citakan (digambarkan seperti bentuk jembatan pelangi merah putih) adalah masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sejahtera (gambar bentuk padi dan kapas)baik materil maupun spiritual.
  7. Tujuh belas butir padi ,Delapan Lipatan pita, empat buah kapas dan Lima daun kapas : 17-8-1945 adalah peristiwa penegakan jembatan emas kemerdekaan Indonesiamengandung nilai-nilai perjuangan ’45 yang harus dihayati para siswa, sebagai kader penerus perjuangan bangsa dan pembangunan nasional. Kemerdekaan yang telah ditebus dengan mahal perlu diisi dengan partisipasi penuh para siswa.
  8. Warna Kuning : Sebagai dasar lambang adalh warna kuning yaitu warna kehormatan/agung. Adalah suatyu kehormatan, apabila para generasi muda siswa percaya dan diberi kepercayaan untuk berbuat yang baik dan bermanfaat melaui organiusasi, untuk kepentingan dirinya dan sesama mereka, sebagai salah satu sumbangsih nyata kepada tanah air, bangsa dan negara.
  9. Warna Coklat : Warna Coklat adalah warna tanah Indonesia; berpijak kepada kepribadian dan budaya sendiri serta rasa nasional Indonesia
  10. Warna Merah Putih : Warna merah putih adalah warna kebanggaan Indonesia; dengan hati yang suci berani membela kebenaran .

 

KEGIATAN OSIS MASA BHAKTI 2019/2020 :

 

  1. RGRF (Rus Guyub Rukun Fest)
  2. Classmeeting
  3. Hari Kemerdekaan Indonesia
  4. Hari Pahlawan
  5. Hari Guru